Tuesday, December 23, 2014



CARPET WASHING TIPS

To wash the carpet for most people is very hard work. The price for washing carpets now ranges from Rp 25,000 s, d Rp 60,000, if we use the services loundry. Even then, carpets are small between 2 M2 - 5 M2. Not to mention if the carpets that are large or many strands as for carpet mosque. This time I give tips on how easy to wash carpets, namely:
1. Degree carpet on the floor
2. Sprinkle the carpet with baking soda (found in the chemical store), do not be too expensive.
3. Rub with a sprinkling of soda before washing brush like we were washing clothes
4. Rub until soda disappears and see the brush if there is hair that sticks should we waste.
5. Roll up the carpet and let stand for 1 hour
6. Drain the carpet in a dry place better if in a hot sun
7. At-o'clock with a small stick or bat mattress until the dust fall-out
8. In order for the laundry does not smell, the title again the carpet on the floor, flush with water until damp and splashes bleach taste that has previously been mixed with water
9. Let stand half an hour so that the bleach is absorbed.
10. Can wash the carpet with water, use detergent and scrub with a brush wash or may not be washed with water but directly used because the carpet is clean of dust and dirt. 9. Drain the carpet at an angle so that water down through the corner of the carpet
11. one day the carpet is dry and can be used.

GOOD LUCK !!
download

TIPS MENCUCI KARPET
                                                    
Untuk mencuci karpet bagi kebanyakan orang merupakan pekerjaan yang sangat berat. Harga untuk mencuci karpet sekarang berkisar antara Rp 25.000 s,d Rp 60.000, apabila kita memakai jasa loundry. Itupun karpet-karpet yang berukuran kecil antara 2 M2 - 5 M2. Belum lagi bila karpet yang berukuran besar atau banyak helainya  seperti untuk karpet mesjid. Kali ini saya memberikan tips cara mudah untuk mencuci karpet yaitu :
1. Gelar karpet pada lantai
2. Taburi karpet dengan soda kue ( terdapat di toko kimia ), jangan yang terlalu mahal.
3. Gosok taburan soda tadi dengan sikat cuci seperti kita sedang mencuci pakaian
4. Gosok sampai sodanya menghilang dan lihat pada sikat bila terdapat rambut yang menempel mesti kita buang.
5. Gulung karpet dan diamkan selama 1 jam
6. Tiriskan karpet di tempat kering lebih baik kalau di tempat panas matahari
7. Pukul-pukul dengan tongkat kecil atau dengan pemukul kasur sampai debunya habis berjatuhan
8. Agar hasil cucian tidak berbau, gelar lagi karpet di lantai, siram dengan air sampai basah dan percikan cairan pemutih secukupnya yang sebelumnya telah dicampur air
9. Diamkan setengah jam agar cairan pemutih meresap.
10. Boleh cuci karpet dengan air, pakai diterjen dan gosok dengan sikat cuci atau boleh tidak dicuci dengan air tetapi langsung dipakai karena karpet sudah bersih dari debu dan kotoran.
9. Tiriskan karpet dengan posisi miring agar air turun melalui sudut karpet
10. satu hari karpet sudah kering dan bisa dipakai.

SELAMAT MENCOBA !!


AIR MATA PERSAHABATAN

Bel istirahat pertama telah berbunyi, sebagai pertanda aku dan teman - teman sekelasku akan segera lepas terbebas dari pelajaran yang sangat memeras otak yaitu pelajaran matematika. Keadaan di dalam kelas menjadi ribut, meskipun guru masih menerangkan rangkuman materi pelajaran dan memberi tugas PR. Semua anak segera menutup buku sambil mata melihat ke luar, karena teman-teman lain sudah kelihatan banyak yang istirahat. “Bagimana anak-anak, apakah kalian sudah mengerti tentang materi yang ibu berikan ?”Kata bu guru. “Sudah buuuu !” Kata anak-anak menjawab hampir serempak. Padahal sebenarnya Akupun masih belum mengerti tentang tugas PR. Teman-teman lainpun banyak juga yang tidak merespon pertanyaan guru. Kelihatannya teman-temanku ingin segera istirahat dan menikmati hidangan jajanan yang sudah dijajakan oleh pedagang keliling sejak tadi pagi. “Silahkan kalian istirahat !” Kata bu guru. “ Horeeee !” Anak-anak di kelasku menjawab serempak sambil secepatnya ke luar menyerbu para pedagang yang ada di sekitar sekolah. Bu guru dan guru-guru yang ada di kelas lainpun segera beristirahat di kantor guru.
Anak-anak kelas 5 juga baru beristirahat. Mereka kelihatan sangat lelah, mungkin karena habis pelajaran olah raga yang sangat menguras tenaga.  Cuaca hari itu sangat panas.  Kami murid kelas 4 ingin segera istirahat ke luar ruangan, tetapi kelas 5 ingin segera masuk kelas karena mereka tidak kuat dengan cuaca yang panas sekali.
Ketika murid-murid sedang menikmati istirahatnya, datang bu guru PAI menghapiri anak-anak. “ Ayo kumpul dulu ! Siapa yang ikut lomba kosidah ? Kata bu guru. Aku yang kebetulan waktu itu lagi menikmati jajanan terkejut mendengar seruan ibu seperti itu. Maklum aku termasuk peserta dari kelas 4 yang ikut group kosidah yang besok akan diperlombakan. Menurut pikiranku mungkin ibu akan mengadakan gladi bersih untuk lomba besok.
Dengan penuh rasa tanggung jawab, aku segera memanggil teman-teman grup kosidah yang kebetulan ada anggota dari kelas 5 dan kelas 6. Aku mendekati ruang kelas 6 sambil memangil temanku yang ada di kelas 6. “Din, Ci, ayo kita latihan, kata ibu !”Kataku. “Ayo,  Kata kelas 6. Sementara ibu pergi ke kantor untuk mengambil rebana yang akan dipakai untuk latihan. Aku berjalan lagi dan berdiri di depan pintu kelas 5 sambil memanggil anggota dari kelas 5. “Ayo kita latihan, Ris !”Kataku. Semua anggota dari kelas 5 tak satupun yang menjawab ajakanku. Kelihatan  mereka  ogah-ogahan, mungkin lelah karena habis olah raga. “Ayo, nanti ibu marah !” Kataku sambil menakut-nakuti agar mereka mau berlatih bersama. Padahal aku yakin ibu tidak akan marah, karena meskipun kelas 5 tidak ada yang ikut masih banyak anak-anak lain yang mau. “Apa kamu bilang ? Siapa yang akan marah ? Aku gak takut !” Aku capek ! “Kata Risna sambil bertolak pinggang dan menghampiriku. Aku tertegun. “Mengapa sikap Risna seperti benci padaku ?” Padahal seharusnya dialah yang harus lebih bertanggungjawab, karena umur dia di atas umurku.”Aku gak ikut ! ya, teman-teman ?” Kata Risna sambil menoleh ke teman grup yang ada di kelas 5. Kelas 5 tak ada yang menjawab pertanyaan Risna. Tak ada seorangpun yang berani melawan perkataan dan keinginan Risna. Seolah-olah Risna telah menjadi raja kecil di kelas 5. “Aku kan disuruh ibu “, kataku lirih. “Berani, ya kamu !” Kata Risna sambil mendorong tubuhku ke dinding kelas. Aku tak menjawab sedikitpun. Tiba-tiba : “Buk ! buk !” dadaku dipukul. Aku menangis karena menahan sakit yang sangat luar biasa. Nafasku terasa tersendat-sendat. Sementara di sekitarku telah banyak anak-anak mengelilingi dan melerai kami. “Silahkan daftar ! siapa yang berani melawanku ? Ayo daftar satu-satu !” Kata Risna dengan nada menantang ke teman-taman yang mengerumuniku. Untung aku dilindungi oleh teman-teman kelas 6, jadi Risna tidak terus-terusan memukulku.
Tiba-tiba Pak Guru kelas 6 datang menghampiri kerumunan anak-anak. “ Ada apa ini ? Kata pak guru dengan nada kesal. Aku terdiam, yang tadinya menagis aku memaksakan diri untuk berhenti meskipun dada terasa masih sakit. Ada di antara teman kelas 6 yang menceriterakan kejadian sebenarnya ke pak guru. Pak gurupun marah sambil memperingatkan kami bahwa dengan sesama teman jangan saling menyakiti. Akhirnya aku digandeng oleh pak guru dan dibawa masuk ke kelas.
Setelah mengantarkanku ke kelas, pak guru masuk ke kelas 5, lalu memberikan wejangan agar kita jangan semena-mena terhadap orang lain. Apalagi kita anak yang paling besar, seharusnya mengalah. Perkataan itu sangat terdengar jelas ke kelasku, karena bersebelahan. Semua anak kelas 4 dan kelas 5 terdiam tak satupun yang mengeluarkan suara. Dalam keheningan terdengar suara Risna, “Dia pak yang memaksa aku, padahal aku kan capek habis olah raga !” Pak guru  berkata, “Emang tenagamu sebesar apa ? pakai jotos-jotosan segala ! Kalau benar kamu punya tenaga besar, berani kamu adu panco sama si Titin ? Kata Pak guru sambil menyebut-nyebut namaku. “Berani, lah ! Ayo asal di sini !”Kata Risna sambil melotot dan memperlihatkan nafsu amarahnya. Risna sudah tidak tahu lagi tatakrama, tak tahu lagi sopan santun sekalipun kepada guru.
Pak guru langsung menuju ke kelasku sambil berkata : “Tin, ayo kita adu panco sama Risna, kamu buktikan bahwa kamu tidak bersalah.” Kata pak guru sambil berjalan menujuku dan langsung membawaku ke ruang kelas 5. Sebelum kami bertanding pak guru berkata, “Ini sebuah olah raga kekuatan otot tangan, kita tidak boleh mengeluarkan tenaga hanya karena hawa nafsu !” Mengikuti hawa nafsu yang tidak terkendali maka kita akan merugi !” Kata pak guru sambil tertawa. Anak-anak yang mengelilingiku juga ikut tertawa sehingga suasana menjadi rilek kembali. “Nanti setelah terbukti ada yang kalah atau yang menang kamu harus sportif dan langsung harus berjabat tangan sebagai tanda persahabatan,”kata pak guru sambil melihat ke Aku dan Risna. “ Ayo, kita mulai pasang lengan kanan masing-masing !”Kata pak guru. “Satu……, Dua…….., Tiga !”Pak guru mengomando kami sebagai tanda dimulainya pertandingan. Aku keluarkan seluruh kekuatan tenagaku, begitu juga dengan Risna. Tetapi tanganku sudah mulai condong berada di atas tangan Risna. Tak lama kemudian Risna tak kuat lagi menahan tangannya dan akhirnya tangannya terhimpit oleh tanganku di atas meja. Anak-anak riuh rendah bersorak karena aku menang dalam pertandingan itu. Sementara Risna mukanya merah menahan malu sambil matanya berkaca-kaca. Pak guru menyuruh kami agar segera bersalaman. Kemudian pak guru memberi petuah agar kami bersahabat kembali. Tetapi apa yang terjadi ? Risna tak kuat lagi menahan amarahnya, langsung saja mendorong dan menggulingkan meja bekas adu panco tadi. Dia geram , mengamuk, membenci, kepada seluruh anak yang telah bersorak. Karena seolah-olah dianggap oleh Risna mereka telah mencemooh dan mempermalukan dirinya di depan umum.
Pak guru yang waktu itu masih ada di tempat sedang mendamaikan kami, kelihatan merasa kesal atas tingkah laku Risna. Pak guru membentak Risna sambil memaksa kami untuk bersalaman. “Ayo Risna salaman !”Kata pak guru bernada keras. Risna tak berkata, tidak juga menyalamiku, ia hanya termenung dan berdiam diri.  Akhirnya aku memberikan tanganku kepada Risna untuk bersalaman, karena pikirku : “Orang yang meminta maaf lebih berharga daripada orang yang dimaafkan.” Aku dan Risna bersalaman sambil saling merangkul. Aku menangis, Risnapun menangis. Kami ingat akan keasalahan yang telah diperbuat. Kejadian itu disaksikan oleh pak guru dan teman-teman. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan jelek seperti itu karena yang rugi adalah diri kita dan orang lain.

Monday, December 22, 2014


Learning is the duty of man from birth to death. But still there is the thought that someone started to learn, when he entered into the formal school and guided by a teacher. This proved a lot of parents who wanted to send their children, although age is not mature enough for formal schooling. Finally, many students in formal schools that stress due to the severity of thinking about subjects that are not in accordance with the level of ability and development. Quite often than those who dropped out of school, engaging brawl, and even they plunge friends with drugs. It is the impact of parents who feel proud if young children and minors, have been able to sit on the bench formal schooling. The parents had misrepresented the word "Learning Early". When in fact the parents of our children get the earliest teaching or early.

For parents who want to educate their children as early as possible, should recognize and pay attention to the intelligence of their children since the baby was born. The growth of the baby from the start he was born from day to day would not be able to pass up, especially for a mother. Following and observing the development of the baby is very nice especially for those who become new parents. Looking at the growth process gradually baby will certainly be a memorable thing, because in every age you see progress that continues to grow.

Not all babies have the same growth, due to different growth factors. There is a rapid growth of babies, healthy, and normal, some are otherwise. However, if you are concerned for your child's growth is different from other babies, such as slower or faster than the growth in general, you can consult a doctor or nutrition expert.
Normal infant growth and intelligence at every stage of his age, is as follows:

The age of 4 weeks (1 month)

     In the first days after birth, the baby has not been able to open his eyes. But after a few days later, he will be able to see at a distance of 20 cm.
     The first months of the baby will begin to adapt to the new environment
     Has a natural reflex movement when touched her palm.
     Reflexively head moves to the body being touched.
     Reacting to the voice and the eyes could see the point of a brighter light.
     Little by little was able to smile.
     Communication used is crying. The meaning of the crying itself will you know once familiar cries, if he was hungry, thirsty, hot, or anything else.
     No day without spending time sleeping.


The age of 6 weeks (1.5 months)
• If the lie can turn to the left and to the right
• One time smiling
• Voice mendekur / coo

The age of 2 months
• It can see clearly and can distinguish a face to the voice.
• Can move his head to the left or to the right, and center.
• Reacting shocked or surprised when I heard a loud noise.

Age 3 months
• When the stomach was able to lift his head and shoulders as high as 45 degrees.
• Provide a reaction or reply in a way mendekur / coo
• already started laughing loudly.
• Can smiled at him when you talk or smile.
• Start with a vision to know mother, smell, hearing, and contacts.

Age 4 months
• Proficient in both hands move simultaneously
• Can be turned from his stomach into his own supine
• Want to take and grasping an object
• It is able to lift his head as high as 90 degrees.
• It can hold objects in his fingers.
• Start expand distance vision.
• Looking toward the sound

Age 5 months
• Able to maintain the position of the head remains upright and stable.
• Stomach own
• Start playing and holding his own hand.
• eyes can already fixed on small objects.
• Trying to reach distant objects
• Can be babbling

Age 6 months
• Can be reached for objects that are within range.
• Being able to sit down with a little rest
• Taking objects located on the
• When laugh sometimes show excitement with cheerful laughter.
• It can play alone.
• Will smiled at the sight of a picture or while playing.
• Babbling more

Age 7 months
• It can sit alone with a cross-legged posture without backrest
• Start learning to crawl own
• Can be eaten biscuit itself
• Can speak monosyllables
• Can play applause and boo.

Age 8 months
• Crawling himself to get close to someone or take his toys.
• Can move objects from one hand to another hand.
• It can talk using a single syllable like, mamama, Bababa, dadada.
• Can hold and eat the cake itself.
• Can take objects that are not too big.

Age 9 months
• It's starting to learn to stand if assisted with both feet that also support the weight.
• Capable of holding on to the chair / table and pull the body up.
• Begin to look for toys or objects that fall in the vicinity.
• Glad throwing objects or toys.
• Mimicking speak of sound is heard.

Age 10 months
• Start learning raised himself to a standing position.
• Able to walk with the help of (hands held)
• Can use the thumb to take
• Can be grasped object and hold it close.
• Can be stretched body or arm to reach for toys.
• Can speak a syllable double

Age 11 months
• Having to lift his body, began to learn to stand and hold on to a chair or a table for 30 seconds.
• Start glad to put something in the mouth.
• Can repeat to mimic the sound is heard.
• Glad to play "boo".


Age 12 months
• Can stand alone and lose weight
• Start with a guided walk.
• Can be mentioned 2-3 syllable same but mean (grandson = milk, mimi = drink)
• Can speak more clearly
• Ask for anything without crying
• Develop curiosity, like holding anything.
• Begin to recognize and develop the surrounding environment.
• Rapid reaction to a whisper.
• It can recognize family members.
• Do not quickly get to know new people and afraid of strangers / foreigners.

Age 14 months
• Running your own and crawl up the stairs
• Can arrange objects on top of another object
• Add vocabulary

Age 15 months
• Able to walk alone and crawl up the stairs
• Can be drinking alone with cup
• increasing vocabulary

Age 18 months
• Ability to run with a limp
• Can arrange objects on top of another object more
• Can speak about 20 words

Age 2 years
• Can go up and down stairs alone
• Ability to jump to a low
• Can make a straight line
• Can take off socks
• Have a vocabulary of about 250 words and can make sentences

2.5 years
• Can be run while menjinjitkan foot
• Can recognize approximately 3 kinds of color
• Many use nouns and verbs

Age 3 years
• Can stand on one leg
• Can draw a circle
• Talk to master and use pronouns

At this developmental stage, you can see the growth of the baby in any usianya.Normal whether or not your baby, depending on how you care for your child and how to handle it as early as possible. Therefore, since it is important for you to always provide the best nutrition and nutrition for the baby, as well as caring and nurturing with affection.

KNOW YOUR BABY INTELLIGENCE



Learning is the duty of man from birth to death. But still there is the thought that someone started to learn, when he entered into the formal school and guided by a teacher. This proved a lot of parents who wanted to send their children, although age is not mature enough for formal schooling. Finally, many students in formal schools that stress due to the severity of thinking about subjects that are not in accordance with the level of ability and development. Quite often than those who dropped out of school, engaging brawl, and even they plunge friends with drugs. It is the impact of parents who feel proud if young children and minors, have been able to sit on the bench formal schooling. The parents had misrepresented the word "Learning Early". When in fact the parents of our children get the earliest teaching or early.
For parents who want to educate their children as early as possible, should recognize and pay attention to the intelligence of their children since the baby was born. The growth of the baby from the start he was born from day to day would not be able to pass up, especially for a mother. Following and observing the development of the baby is very nice especially for those who become new parents. Looking at the growth process gradually baby will certainly be a memorable thing, because in every age you see progress that continues to grow.
Not all babies have the same growth, due to different growth factors. There is a rapid growth of babies, healthy, and normal, some are otherwise. However, if you are concerned for your child's growth is different from other babies, such as slower or faster than the growth in general, you can consult a doctor or nutrition expert.
Normal infant growth and intelligence at every stage of his age, is as follows:

The age of 4 weeks (1 month)
• In the first days after birth, the baby has not been able to open his eyes. But after a few days later, he will be able to see at a distance of 20 cm.
• The first month baby will begin to adapt to the new environment
• Has a natural reflex movement when touched her palm.
• instinctively head moves to the body being touched.
• Reacting to the voice and the eyes could see the point of a brighter light.
• Little by little was able to smile.
• Communication that is used is crying. The meaning of the crying itself will you know once familiar cries, if he was hungry, thirsty, hot, or anything else.
• There is no day without spending time sleeping.

The age of 6 weeks (1.5 months)
• If the lie can turn to the left and to the right
• One time smiling
• Voice mendekur / coo

The age of 2 months
• It can see clearly and can distinguish a face to the voice.
• Can move his head to the left or to the right, and center.
• Reacting shocked or surprised when I heard a loud noise.

Age 3 months
• When the stomach was able to lift his head and shoulders as high as 45 degrees.
• Provide a reaction or reply in a way mendekur / coo
• already started laughing loudly.
• Can smiled at him when you talk or smile.
• Start with a vision to know mother, smell, hearing, and contacts.

Age 4 months
• Proficient in both hands move simultaneously
• Can be turned from his stomach into his own supine
• Want to take and grasping an object
• It is able to lift his head as high as 90 degrees.
• It can hold objects in his fingers.
• Start expand distance vision.
• Looking toward the sound

Age 5 months
• Able to maintain the position of the head remains upright and stable.
• Stomach own
• Start playing and holding his own hand.
• eyes can already fixed on small objects.
• Trying to reach distant objects
• Can be babbling

Age 6 months
• Can be reached for objects that are within range.
• Being able to sit down with a little rest
• Taking objects located on the
• When laugh sometimes show excitement with cheerful laughter.
• It can play alone.
• Will smiled at the sight of a picture or while playing.
• Babbling more

Age 7 months
• It can sit alone with a cross-legged posture without backrest
• Start learning to crawl own
• Can be eaten biscuit itself
• Can speak monosyllables
• Can play applause and boo.

Age 8 months
• Crawling himself to get close to someone or take his toys.
• Can move objects from one hand to another hand.
• It can talk using a single syllable like, mamama, Bababa, dadada.
• Can hold and eat the cake itself.
• Can take objects that are not too big.

Age 9 months
• It's starting to learn to stand if assisted with both feet that also support the weight.
• Capable of holding on to the chair / table and pull the body up.
• Begin to look for toys or objects that fall in the vicinity.
• Glad throwing objects or toys.
• Mimicking speak of sound is heard.

Age 10 months
• Start learning raised himself to a standing position.
• Able to walk with the help of (hands held)
• Can use the thumb to take
• Can be grasped object and hold it close.
• Can be stretched body or arm to reach for toys.
• Can speak a syllable double

Age 11 months
• Having to lift his body, began to learn to stand and hold on to a chair or a table for 30 seconds.
• Start glad to put something in the mouth.
• Can repeat to mimic the sound is heard.
• Glad to play "boo".


Age 12 months
• Can stand alone and lose weight
• Start with a guided walk.
• Can be mentioned 2-3 syllable same but mean (grandson = milk, mimi = drink)
• Can speak more clearly
• Ask for anything without crying
• Develop curiosity, like holding anything.
• Begin to recognize and develop the surrounding environment.
• Rapid reaction to a whisper.
• It can recognize family members.
• Do not quickly get to know new people and afraid of strangers / foreigners.

Age 14 months
• Running your own and crawl up the stairs
• Can arrange objects on top of another object
• Add vocabulary

Age 15 months
• Able to walk alone and crawl up the stairs
• Can be drinking alone with cup
• increasing vocabulary

Age 18 months
• Ability to run with a limp
• Can arrange objects on top of another object more
• Can speak about 20 words

Age 2 years
• Can go up and down stairs alone
• Ability to jump to a low
• Can make a straight line
• Can take off socks
• Have a vocabulary of about 250 words and can make sentences

2.5 years
• Can be run while menjinjitkan foot
• Can recognize approximately 3 kinds of color
• Many use nouns and verbs

Age 3 years
• Can stand on one leg
• Can draw a circle
• Talk to master and use pronouns

At this developmental stage, you can see the growth of the baby in any usianya.Normal whether or not your baby, depending on how you care for your child and how to handle it as early as possible. Therefore, since it is important for you to always provide the best nutrition and nutrition for the baby, as well as caring and nurturing with affection.



KENALI KECERDASAN BAYI ANDA

Belajar merupakan kewajiban manusia dari sejak lahir sampai meninggal. Tetapi masih ada yang beranggapan bahwa sesorang mulai belajar, apabila ia masuk ke sekolah formal dan dibimbing oleh seorang guru. Hal ini terbukti banyak orang tua yang ingin segera menyekolahkan anaknya, meskipun umurnya belum cukup matang untuk bersekolah formal. Akhirnya banyak siswa di sekolah formal yang stres karena beratnya memikirkan pelajaran yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuan dan  perkembangannya. Tak jarang dari mereka yang putus sekolah, terlibat tawuran, dan bahkan  mereka terjun bersahabat dengan narkoba. Hal itu merupakan dampak dari orang tua yang merasa bangga bila anaknya yang masih kecil dan belum cukup umur , sudah mampu duduk di bangku sekolah formal. Para orang tua telah salah mengartikan kata “ Belajar Sejak Dini”. Padahal sebenarnya dari orang tualah anak-anak kita mendapatkan pengajaran paling awal atau sejak dini. 

Bagi para orang tua yang ingin mendidik anaknya sedini mungkin , seyogianya mengenal dan memperhatikan kecerdasan anak-anaknya dari sejak bayi itu lahir. Pertumbuhan bayi dari awal ia lahir dari hari ke hari tentu tidak akan dapat dilewatkan begitu saja, terutama bagi Anda seorang ibu. Mengikuti dan memperhatikan perkembangan buah hati memang sangat menyenangkan terlebih bagi Anda yang menjadi orang tua baru. Melihat proses tumbuh kembang buah hati secara bertahap tentu akan menjadi suatu hal yang berkesan, karena di setiap usianya Anda melihat perkembangannya yang terus bertambah.

Tidak semua bayi memiliki tumbuh kembang yang sama, karena berbeda faktor pertumbuhannya. Ada bayi yang tumbuh kembangnya cepat, sehat, dan normal, ada juga yang sebaliknya. Namun, jika Anda khawatir karena tumbuh kembang si kecil berbeda dengan bayi-bayi lainnya, seperti lebih lambat atau lebih cepat dari pertumbuhan umumnya, bisa Anda konsultasikan dengan dokter atau akhli gizi.
Pertumbuhan  serta kecerdasan bayi normal pada setiap tahapan usianya, adalah sebagai berikut :

Usia 4 minggu ( 1 bulan )

  • Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
  • Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
  • Memiliki gerakan refleks alami apabila telapak tangannya tersentuh.
  • Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
  • Bereaksi pada suara dan mata bisa melihat titik cahaya yang lebih terang.
  • Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
  • Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
  • Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Usia 6 minggu ( 1,5 bulan )
Bila berbaring dapat menoleh ke kiri dan ke kanan
Suatu saat tersenyum
Bersuara mendekur/ mendekut

Usia 2 bulan
Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Usia 3 bulan
Bila tengkurap sudah bisa mengangkat kepala dan bahu setinggi 45 derajat.
Memberikan reaksi ataupun menyahut dengan cara  mendekur/ mendekut
Tertawanya sudah mulai keras.
Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Usia 4 bulan
Menguasai gerakkan kedua tangan dengan serentak
Bisa berbalik dari tengkurap menjadi terlentang sendiri
Ingin mengambil dan menggenggam suatu benda
Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
Mulai memperluas jarak pandangannya.
Mencari arah suara

Usia 5 bulan
Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
Tengkurap sendiri
Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.
Mencoba meraih benda yang jauh
Dapat mengoceh

Usia 6 bulan
Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
Mampu duduk dengan sedikit sandaran
Mengambil benda yang letaknya di atas
Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
Sudah bisa bermain sendiri.
Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.
Mengoceh lebih banyak

Usia 7 bulan
Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila tanpa sandaran
Mulai belajar merangkak sendiri
Dapat makan biscuit sendiri
Dapat berbicara suku kata tunggal
Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Usia 8 bulan
Merangkak sendiri untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
Sudah bisa bicara menggunakan suku kata tunggal seperti, mamama, bababa, dadada.
Bisa memegang dan makan kue sendiri.
Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Usia 9 bulan
Sudah mulai belajar berdiri bila dibantu dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
Mampu berpegangan pada kursi/ meja serta menarik badan ke atas.
Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.
Meniru berbicara dari suara yang didengar.

Usia 10 bulan
Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
Bisa berjalan dengan bantuan ( kedua tangannya dipegang )
Dapat menggunakan ibu jari untuk mengambil
Bisa menggenggam benda dan memegangnya  dengan erat.
Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.
Dapat berbicara menggunakan suku kata ganda

Usia 11 bulan
Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
Senang diajak bermain “cilukba”.


Usia 12 bulan
Dapat berdiri dan menurunkan badan sendiri
Mulai berjalan dengan dituntun.
Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama tapi berarti ( cucu =susu, mimi=minum)
Dapat berbicara lebih jelas
Meminta sesuatu tanpa menangis
Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal /asing.

Usia 14 bulan
Berjalan sendiri dan merangkak naik tangga
Dapat menyusun benda di atas benda lain
Tambah perbendaharaan kata

Usia 15 bulan
Dapat berjalan sendiri dan merangkak naik tangga
Dapat minum sendiri dengan cangkir
Perbendaharaan kata semakin bertambah

Usia 18 bulan
Mampu berlari dengan tertatih-tatih
Dapat menyusun benda di atas benda lain lebih banyak
Bisa berbicara kira-kira 20 kata

Usia 2 tahun
Dapat naik turun tangga sendiri
Mampu melompat ke tempat rendah
Dapat membuat garis lurus
Dapat melepas kaos kaki
Mempunyai perbendaharaan kata sekitar 250 kata dan dapat menyusun kalimat

Usia 2,5 tahun
Dapat berjalan sambil menjinjitkan kaki
Dapat mengenal kira-kira 3 macam warna
Banyak menggunakan kata benda dan kata kerja

Usia 3 tahun
Dapat berdiri dengan satu kaki
Dapat menggambar lingkaran
Berbicara dengan menguasai dan menggunakan kata ganti

Pada tahap tumbuh kembang inilah, Anda bisa melihat pertumbuhan bayi di setiap usianya.Normal atau tidaknya bayi anda ,  tergantung bagaimana cara Anda merawat si kecil dan cara penanganannya sedini mungkin. Oleh karena itu, sejak sangatlah  penting bagi Anda untuk selalu memberikan gizi dan nutrisi yang terbaik bagi buah hati, serta merawat dan mengasuh dengan penuh kasih sayang.